A.
Latar Belakang
Perkembangan
Kota Makassar yang begitu pesat dan akan terus berlanjut dengan berbagai
kemajuan dan terobosan-terobosan yang dilakukan oleh pemerintah kota Makassar,
pengusaha, masyarakat local, dan kaum urbanis yang ada di Kota Makassar. Perkembangan
spasial Kota Makassar yang mengarah pada ekspansi dan yang terus meluas ke
daerah-daerah yang ada di sekitarnya,slah satu factor yang mempengaruhi Perkembangan
pusat kota Makassar tidak lepas dari perkembangan tumbuhnya daerah-daerah baru
di pinggiran kota Makassar, sehingga kebutuhan lahan kota Makassar terus
meningkat. Teori
Konsentris (Burgess,1925) yang menyatakan bahwa Daerah Pusat
Kota (DPK) atau Central Bussiness
District (CBD) adalah pusat kota yang letaknya tepat di tengah kota dan berbentuk
bundar yang merupakan pusat kehidupan sosial, ekonomi, budaya dan politik,
serta merupakan zona dengan derajat aksesibilitas tinggi dalam suatu kota.
Pertumbuhan DPK atau CBD Kota Makassar memaksa
terjadinya ekspansi lahan (urban sprawl) ke arah pinggiran Kota guna
memenuhi kebutuhan ruang akan terus berlangsung, namun perkembangan urban
sprawl memunculkan masalah-masalah baru didaerah pinggiran.
DPK atau CBD tersebut terbagi atas
dua bagian, yaitu: pertama, bagian paling inti atau RBD (Retail Business District) dengan kegiatan dominan pertokoan,
perkantoran dan jasa; kedua, bagian di luarnya atau WBD (Wholesale Business District) yang ditempati oleh bangunan dengan
peruntukan kegiatan ekonomi skala besar, seperti pasar, pergudangan (warehouse), dan gedung penyimpanan
barang supaya tahan lama (storage
buildings).
Tingginya aktifitas dan kebutuhan
lahan di daerah pusat kota, menyebabkan harga lahan semakin meningkat dan memaksa
sebagian masyarakat untuk memilih hidup dan membangun daerah hunian baru di
daerah pinggiran. Hunian-hunian mewah baru terus tumbuh dan berkembang di
daerah pinggiran. Hal itupun mendorong meningkatnya harga lahan yang ada di
daerah pinggiran tersebut. Selain tingginya harga lahan didaerah pusat kota,
pertumbuhan jumlah penduduk dan yang disebabkan oleh tingginya aktifitas
menyebabkan kualitas daerah pusat Kota Makassar menurun. dari segi humanity, lingkungan, maupun estetika, pusat-pusat
kota Makassar sudah tidak sesuai dengan ketetapan undang-undang penataan ruang
no 26 tahun 2007. Diakui atau tidak Kota Makassar masih jauh tertinggal
dibanding kota lain yang ada di Indonesia, apalagi mau membandingkan Kota
Makassar dengan Kota-kota yang sudah berskala internasional di dunia.
Angka pengangguran dan kemiskinan
di Kota Makassar terus meningkat dari tahun-ketahun. Berdasarkan
data Badan Pusat Statistik (BPS),hingga September 2010, jumlah warga miskin Kota
Makassar mencapai 78.700 jiwa masuk kategori rumah tangga miskin (RTM). Tingkat
kriminalitas pun begitu. Hampir setiap hari terdengar kasus-kasus kriminal,
pencurian, pencopetan, dan lain-lain. Kota sudah tidak memberikan rasa aman
bagi penghuninya. Dari aspek lingkungan, kualitas kota Makassar masih rendah.
Masalah kemacetan, polusi atau kualitas
udara belum mampu dicarikan jalan keluarnya. Begitu juga dengan masalah
persampahan yang sampai hari ini membuat kota Makassar terkesan tidak nyaman.
Permasalahan-permasalah
daerah pusat Kota Makassar dan daerah ekspansi (urban sprawl) menjadi perhatian serius pemerintah Kota,
masyarakat dan seluruh stakeholder di Kota Makassar. Untuk itu
perkembangan Kota Makassar kedepannya menjadi tanggung jawab seluruh elemen
masyarakat tanpa terkecuali, dan harus tetap berpatokan pada peraturan dan
undang-undang yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah
daerah Kota Makassar.
B.
Ungkapan Masalah
Berdasarkan latar belakang, dapat uraikan ungkapan masalah sebagai
berikut:
- Bagaimana
pusat Kota Makassar (CBD) membentuk daerah Urban
Sprawl Kota Makassar dalam
perspektif teori perencanaan wilayah dan
kota?
C.
Tujuan
Berdasarakan ungkapan masalah,
tujuan penulisan makalah ini untuk:
Menjelaskan kondisi pusat Kota Makassar (CBD) membentuk daerah (Urban Sprawl) dalam
perspektif teori perencanaan wilayah dan kota.......................................................................................
......................................................................................
Pengen lebih detail.
Silakan download di sini:
Terbentuknya Urban Sprawl di Kota Makassar
